BRIC Arus Balik Hegemoni Mata Uang
Posted by newblueprint on June 19, 2009
Musadin Preasetia
Brasil, Rusia, India dan Cina (BRIC) adalah kelompok negara yang bertemu pada konferensi puncak pertamanya pada tanggal 17 Juni 2009 di Rusia. Pertemuan ini sangat spesial bila meninjau tidak hadirnya negara-negara Amerika dan Eropa Barat di dalam pertemuan tersebut padahal materi terpenting yang sedang dibicarakan adalah sistem keuangan global.
Seperti yang di pahami bersama, hegemoni sistem keuangan global masih berada di tangan Amerika Serikat dengan dolar sebagai simbolisasinya terhitung semenjak 1945, bila menilik sejarah sejenak ini disebabkan paska perang dunia II Amerika Serikat muncul tidak hanya sebagai salah satu pemenang perang namun juga negara pemenang yang paling kaya saat itu.
Paska perang dunia II posisi keuangan Inggris terbebani oleh utang, sedangkan keuangan Prancis dan Uni Soviet pada kondisi yang sangat lemah. Formalisasi keunggulan keuangan Amerika Serikat dapat dilihat pada persetujuan Bretton Woods juli 1944 yang menegaskan peran penting mata uang dolar yang saat itu menjadi momentum penggeseran mata uang pound sterling.
Bretton Woods juga menciptakan dua lembaga keungan yang nantinya menjadi alat utama Amerika Serikat dalam mengontrol sistem keuangan global yaitu International Bank for Reconstruction and Development (IBRD) yang nantinya menjadi bagian dari World Bank dan tentu saja International Monetary Fund (IMF)
Marshall Plan yang merupakan program penguatan perekonomian eropa barat paska perang dunia II di danai dengan dolar untuk meneguhkan dominasi serta menjamin kesempatan bagi para arsitek keuangan Amerika Serikat dalam bermain di sana. Setelah 15 agustus 1971 Presiden Richard Nixon membuat keputusan untuk mengakhiri konversi dolar yang selama ini di sandarkan pada nilai emas, kebijakan ini semakin mengistimewakan dolar.
Hingga saat ini dolar mendominasi sistem keuangan dunia, setidaknya itu yang terekam pada United Nations Conference on Trade and Development di New York, 24 September 2008 dimana dilaporkan bahwa Amerika Serikat pada akhir tahun 2007 masih memimpin jumlah terbesar global foreign direct investment dengan nilai $237.6 Bilyun dan juga memimpin investasi ke luar negeri dengan nilai mencapai $333.3 Bilyun.
Menciptakan Arus Balik
Konferensi Tingkat Tinggi BRIC bukan satu-satunya usaha yang saat ini sedang dilakukan untuk menciptakan arus balik, di kawasan Asia Timur saat ini telah terjadi kesepakatan antara 3 pemain besar yaitu Cina, Jepang dan Korea Selatan terhadap ide Asian Monetery Fund yang kemungkinan besar akan melibatkan 10 negara di Asia Tenggara. Realisasi proyek ini di perkirakan melibatkan $80 Bilyun yang untuk awal di nilai cukup guna menjaga kestabilan keuangan di Asia Timur dan Asia Tenggara sehingga keterlibatan IMF dapat dikurangi secara bertahap dan pada akhirnya dihapus sama sekali.
Di benua lain ide yang sama juga mulai di terapkan oleh negara-negara Amerika Latin seperti Venezuela, Uruguay, Paraguy, Ecuador, Brasil, Bolivia dan Argentina yang merupakan anggota dari Bank of The South yang mereka sepakat untuk mendorong pembangunan infrastruktur yang dibiayai oleh selain lembaga yang terlibat kental dalam sistem Bretton Woods.
Memang terlalu naïf bila kita secara cepat menyimpulkan akan adanya arus balik hegemoni sistem keuangan global dimana dolar sebagai simbolnya kepada sebuah hegemoni sistem keuangan baru yang kemudian diikuti oleh simbolisasi mata uang baru yang dapat menggeser dolar, ini di karenakan interkoneksi lembaga-lembaga Bretton Woods seperti IBRD, World Bank, IMF terhadap “transaksi” keuangan dunia masih sangat besar dan di sisi lain inflows dan outflows dari aktor-aktor ekonomi Amerika Serikat baik bersifat personal ataupun institusional memiliki kuantitas yang besar dengan spreading yang bisa dibilang merata dalam konstalasi ekonomi dunia
Fenomena yang terjadi saat ini bila boleh disederhanakan yaitu Amerika Serikat serta sistem keuangan global yang di pimpin layaknya bendungan besar yang telah memiliki saluran-saluran air yang tersambung dengan beberapa lahan atau kawasan, dan bendungan besar itu saat ini sedang surut airnya dan kondisi fisik bendungannya mulai retak. Beberapa pemilik lahan atau kawasan lain yang di representasikan oleh negara-negara di Asia Timur, Asia Tenggara dan Amerika Latin mulai memutuskan untuk membangun sendiri secara mandiri bendungan-bendungan kecil yang dapat menghimpun air untuk kemudian menghidupi lahan dan kawasan mereka.
Walaupun bendungan-bendungan itu ukurannya lebih kecil tetap saja membutuhkan biaya yang cukup besar untuk membangunnya, disaat yang sama ketika bendungan-bendungan kecil ini belum bisa beroperasi dengan baik, lahan serta kawasan harus tetap mendapat suplai air sehingga kontribusi bendungan besar belum bisa dilepaskan sepenuhnya apalagi negara-negara Asia Timur, Asia Tenggara dan Amerika Latin baik secara langsung ataupun tidak langsung menyumbang perbaikan keretakan yang dialami oleh bendungan besar.
Hegemoni baru bisa tercipta secara realistis dengan memperbesar dominasi sharing power yang ada di lembaga-lembaga keuangan yang di pimpin oleh Amerika Serikat baik secara domestik dan internasional, konsekuensinya adalah adanya pinjaman dan aliran modal dari negara-negara non-US ke Bank-Bank di Amerika Serikat dengan tujuan menyelamatkan dan memulihkan institusi ini sebagai sendi utama perekonomian mereka.
Dominasi sharing power yang kedua juga harus dilakukan pada lembaga-lembaga keuangan internasional semisal World Bank atau IMF, pinjaman dan aliran modal di lembaga ini juga sangatlah besar apalagi mereka memiliki standar pola bantuan jaring sosial yang selama ini diterapkan sebagai sebuah metodologi dalam program-program yang dilakukan.
Pada dasarnya ketika sebuah hegemoni sistem keuangan baru beserta atribut simbolisasinya yaitu mata uang baru yang mampu menggeser dolar ingin di realisasikan maka yang harus di lakukan tidak hanya membeli bangunan bendungan besar yang kondisinya harus direnovasi namun di saat yang sama juga harus membeli air yang ada didalamnya serta menambah debit airnya. Mampukah ?
This entry was posted on June 19, 2009 at 6:09 am and is filed under Internasional, Politik. Tagged: bretton woods sistem, BRIC, hegemoni dolar, mata uang baru. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.






