New Blue Print

your strategic choice

  • Categories

  • Kontributor

  • Arsip

  • Pages

  • Meta

Revolusi Baru di Iran ?

Posted by newblueprint on June 17, 2009

Musadin Prasetia

Pemilu yang baru saja usai di Iran tanggal 12 juni yang lalu meninggalkan masalah yang cukup serius bagi kondisi ahmadinejadkestabilan politik dan sosial. Kemenangan yang kembali di peroleh Mahmud Ahmadinejad dengan 62,6 persen suara mengungguli pesaing-pesaingnya dianggap cacat di karenakan dipenuhi kecurangan setidaknya itu menurut pesaing politiknya.

Pesaing utama bagi Ahmadinejad pada pemilu kali ini adalah Mir Hussein Mussavi dengan perolehan suara mencapai 33,8 persen, penolakan terhadap hasil pemilu secara tegas telah dikatakan oleh Mussavi tepat satu hari setelah pemilu dilaksanakan. Gelombang demonstrasi yang dihadiri oleh puluhan ribu bahkan ratusan ribu orang terjadi di Teheran, fenomena gerakan massa yang cukup jarang terjadi di Iran setelah 30 tahun semenjak revolusi Iran tahun 1979

Isue utama yang muncul dalam gerakan massa di Teheran hingga saat ini masih berkisar pada cacatnya proses pemilu seperti banyaknya warga pemilih yang tidak mendapatkan akses kertas suara, serangan dan pengrusakan terhadap beberapa kantor kampanye Mussavi dan penutupan situs online Musasavi oleh pemerintah.

Isue ekonomi terkait dengan inflasi di Iran yang mencapai 25 persen, konfrontasi nuklir dalam kebijakan luar negeri dan dikekangnya kebebasan sosial menjadi isue yang berkelanjutan yang terus digalang dan diperbesar oleh Mussavi. Mussavi bersama Mohsen Rezai kandidat lain yang ikut serta dalam pemilu dan hanya mendapatkan 1,7 persen suara juga mulai menuntut kepada Dewan Garda Iran untuk segera membatalkan hasil pemilu.

Bila melihat struktur kekuasaan di Iran, maka akan sulit membayangkan terjadinya pemilu ulang. Pemimpin Agung Iran Ayatullah Ali Khamenei dan bisa juga disebut pemimpin mutlak sebenarnya di Iran karena otoritas kekuasaan yang sangat besar yang beliau miliki baik pada sisi eksekutif, yudikatif dan legislatif telah menyatakan dukungannya terhadap hasil pemilu yang memenangkan Ahmadinejad dan menolak segala provokasi yang dapat mengintervensi hasil pemilu 12 juni 2009.

Awal menuju revolusi ?

Terlalu dini memang untuk menafsirkan teriakan-teriakan para demonstran yang saat ini sedang berada di jalan-jalan Teheran sebagai sebuah simbol bahwa revolusi baru akan kembali bergulir di Iran, ini disebabkan masih terlalu kuat dan stabilnya basis bangunan politik yang tersimbolisiasi oleh otoritas yang dipegang oleh Ayatullah Ali Khamenei kaitannya dengan interaksi dengan lembaga-lembaga politik dan militer.

Komposisi pemilih dalam pemilu ini juga menunjukkan bahwa basis terkuat dukungan Ahmadinejad berada di daerah pedesaan sebaliknya Mussavi mampu mempolarisasikan dukungan di daerah perkotaan, sayangnya komposisi dari kurang lebih 70 juta penduduk di Iran mayoritas berada di daerah desa sehingga cukup sulit menciptakan tekanan politik yang benar-benar bernilai substansial.

Mussavi sendiri sampai saat ini tampaknya tidak bisa di jadikan representasi pimpinan gerakan menuju revolusi, selain track record oposisinya yang masih terlalu minim, dukungan mayoritas yang kecil serta issue yang masih cenderung marginal bila ingin disandarkan pada sebuah cita-cita revolusi yaitu pergantian rezim dimana dalam kasus Iran bukan di simbolisasikan oleh Ahmadinejad melainkan oleh Ayatullah Ali Khamenei , dalam artian Mussavi belum memiliki issue yang cukup kuat selama hanya berkutat pada masalah prosedural pemilu dan tidak mendeligitimasi rezim dan pemimpin sebenarnya dari rezim Iran.

Potensi ancaman sebenarnya muncul dari bagaimana pemerintah mengatasi permasalahan ekonomi, industri terbesar yang menopang stabilitas Iran adalah industri minyak, cadangan minyak Iran yang diperkirakan mencapai 132,5 miliar barrel yang merupakan 11,7 persen dari cadangan minyak dunia. Cadangan gas Iran juga mencapai sekitar 27,5 miliar kubik yang merupakan 15,1 persen dari cadangan gas dunia. Iran menduduki posisi kedua dalam cadangan minyak dunia setelah Arab Saudi dan juga menempati urutan kedua dalam cadangan gas dunia setelah Rusia.

Kelabilan kondisi keuangan dunia yang terjadi saat ini tentu saja menciptakan ketidakstabilan pada harga minyak dunia yang secara langsung mempengaruhi kestabilan perekonomian Iran yang menyandarkan ekspor minyak sebagai komoditi industri utamanya.

Jadi sebenarnya tantangan Ahmadinejad secara domestik yang terbesar bukan pada legalitas pemilu yang hari-hari iniĀ  sedang menjadi sorotan, namun lebih bagaimana Ahmadinejad menenangkan rakyat Iran dengan kebijakan ekonomi yang lebih sistematis sambil secara gradual menggeser kebijakan ekonomi Iran dari orientasi industri minyak yang selama ini menjadi penopang utama perekonomian kepada kebijakan ekonomi yang lebih luas sehingga optional survival strategy yang dimiliki lebih banyak dan beragam.

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>